Mengenang my beloved aunty RIP ES

Dear my Friends..

Awal mula saya cerita mengenai Istri Sholeha, berawal dari kerinduan ku pada seorang ibu yang sangat baik, dan sayang kepada keluarganya... yang dengan kebaikannya hingga saat ini saya masih merasa beliau masih hidup, dan akan terus hidup di hati keluarganya...

Setelah menikah yang sangat di inginkan oleh seorang wanita adalah, kasih sayang dari suami dan keluarganya... terutama seorang anak atau keturunan, namun bagaimana apabila hidup berumah tangga selama bertahun tahun tapi masih belum juga dikaruniai seorang anak, itulah yang dirasakan oleh Esty, selama menikah bersabar dan berharap dikaruniai seorang anak, dan sangat sabar mengetahui suaminya ZH selingkuh dengan beberapa wanita. Sabar dan tegar itulah yang dimiliki oleh ES saat ini...

Namun kesabaran yang mengalahkan rasa sakit hati didzolimi oleh suaminya mengakibatkan penyakit yang sangat sangat ditakuti oleh semua orang... Kanker...
Sedih, namun inilah cobaan yang harus diterima oleh ES.. Awalnya hanya mengeluh ada benjolan, kemudian rasa mual mual seperti sakit maag, setelah diperiksa ternyata adavtumor kecil di rahimnya, masih belum puas, ES mencoba 2nd Opinion, hasilnya tetap sama.. Mencoba ke alternatif beberapa kali, dan akhirnya kembali periksa ke dokter kandungan, tumor tersebut sdh hilang atau tidak terdeteksi.

ES adalah tipe seorang wanita yang sangat kuat, sangat baik dan sangat keibuan, sehingga kebaikannya dan ketidak tega annya terhadap adik dan kakaknya, disalahkan gunakan oleh mereka, mereka jadi lebih menggantungkan kebutuhan hidup mereka kepada ES, tiap bulan minta dikirim sejumlah uang, minta, minta, dan minta... Kasihan...

Dari awal hubungan dengan suaminya ZH sudah tidak ada keterbukaan, Maka akhirnya mereka berdua saling menyokong kehidupan saudara kandung mereka tanpa saling mengetahui atau sembunyi sembunyi, namun kembali lagi "ibu Rumah Tangga" status itu membuat ES kalah dan selalu menjAdi pihak yang salah, karena suaminya merasa "Saya yang bekerja, saya yang mencari nafkah" suka suka gue Donk mau kasih apa ke saudara saudara ku...

Sampai akhirnya, ada beberapa yang memanfaatkan keadaan ini, untuk mencari uang, mencari hadiah berupa santunan, yaitu mengadukan ES ke suaminya ZH kalau selama ini ES selalu mentransfer sejumlah uang kepada adik / kakaknya... Hingga terjadilah pertengkaran, dan semakin dijajah lah ES oleh suaminya.

Saya juga sudah lupa tahun berapa, Gunung akhirnya meledak juga, Seperti yang kuceritakan diatas, tumor yang tadinya dinyatakan hilang, timbul lagi, dan sudah membesar hingga Kurang lebih 1-2 kg.. Akar akarnya menjalar ke daerah rahim, menjadi kanker yang membahayakan.
Dengan fasilitas dari kantor suaminya ZH, ES akhirnya menjalani operasi dan kemotherapi.. Saya yang menyaksikan ES keLuar dari ruang operasi, tidak tega mendengar erangan rasa sakit yang dirasakan ES, wajahnya yang pucat tanpa Semangat hidup. Yang kami lakukan hanya bisa menghibur, memberikan semangat untuk sembuh... Dan akhirnya beliau sudah boleh kembali pulang Kerumah, dengan catatan ikut kemotherapi tiap bulan, hingan sampai 6 bulan sekali...

Proses kemotherapi yang tujuannya untuk membunuh akar2 yang menjalar tersebut, membuat rambut rontok, hingga kebotakan ... Rasa tidak enak saat makan ataupun minum.. Dan alhamdulillah dengan kesabaran yang tinggi dan semangat dari kami semua, Akhirnya beliau sembuh, dan kembali sehat seperti semula, dan sebenarnya wajib tuk kontrol 2 tahun sekali, ditakutkan banyaknya pikiran bisa membuat penyakit itu kambuh lagi.

Tahun demi tahun sudah berlalu, karena pikiran ES yang simple tanpa negatif thinking apapun, akhirnya ES tidak kembali lagi kontrol/check up mengenai riwayat kanker nya, tahun 2009, saya juga lupa tepatnya ES merasakan lagi rasa mual mual, eneg, dan gak enak makan... Gejala yang sama seperti pada saat dideteksi kanker...
Entah kenapa, dulu ES sempAt menanyakan kepada saya, lebih baik menabung apa yah yang enak, dan safety?? Saya jawab, kenapa nggak coba menabung, berinvestasi di Prudential?? Karena selain menabung, juga terproteksi untuk penyakit penyakit kritis... Karena ES juga tau kalau saya juga menabung di Prudential, ya kalau menurut saya : kapan lagi saya bisa menabung, kalau nggak dipaksa?? Menabung di tabungan biasa jg udah, tapi kalau butuh... Pasti ada aja yg diambil, malah sampai bersih....

Kembali lagi ke kisah ES, kenapa beliau hanya bertanya kepada saya?? Kenapa beliau masih banyak berpikir untuk menabung?? Secara kita tidak tau kontrak yang diatas seperti apa, entah kapan sakit, ataupun meninggal... Istilahnya, jodoh, maut, semua ada di tangan Allah SWT.
Waktu berlalu kian cepat, hingga semakin lama penyakit kanker ES makin menjalar hingga ke ginjal, ditambah dengan adanya kenaikan tingkat gula darah... Sedih, antara lebih baik mati atau tetap bertahan hidup dan selamanya disakiti oleh suaminya dengan perselingkuhan dan perhitungan harta benda setiap harinya...

Hingga, akhirnya pada saat perjalanan kepindahan ku, didalam mobil, telephone berdering mengabarkan bahwa semalaman ES Menghembuskan nafasnya yang terakhir tanpa ada kata kata perpisahan terhadap adik adiknya.... Wallahualam alam, hingga akhir hayatnya, ES tetap menyertai suaminya, meskipun selama pernikahan bagai burung di sangkar emas...

Andai saat itu kami lebih awal pindah, setidaknya tidaknya aku bisa memberikan semangat yang lebih kepada tante ku yang tercinta... Kebaikanmu akan selalu kukenang dan selalu di ingat oleh semua orang orang yang menyayangimu... Tenanglah engkau disana, hingga akhir dunia nanti surga kan menantimu...


With Love
Keponakanmu and big family in Jakarta

In Memoriam my aunty ES

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Mengenang my beloved aunty RIP ES"

Posting Komentar